PENGUKURAN TERHADAP DURASI FILM PENDEK
DURASI FILM
PENDEK
Amelia Dita P
Jurnal Statistika & Probabilitas
Sekolah
Tinggi Teknologi Garut
Jln. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email : 1306015@sttgarut.ac.id
ABSTRAK-Statistika
adalah ilmu yang mempelajari cara-cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan
analisis data serta penarikan kesimpulan berdasarkan sifat-sifat data. Di dalam
penyajian data statistik ada yang disebut dengan distribusi frekuensi,
distribusi frekuensi adalah suatu susunan data dimulai dari data terkecil
sampai data terbesar dan membaginya ke dalam beberapa kelas.
Dalam hal ini,
akan dipaparkan mengenai contoh kasus dalam penghitungan 50 Durasi Film Pendek.
Data mobil tercepat tersebut diperoleh dengan hasil observasi langsung pada
suatu waktu.
Kata Kunci – DurasiFilm,Pendek.
BAB I PENDAHULUAN
Film Pendek adalah sebuah karya cipta seni dan budaya
yang merupakan media komunikasi audio visual yang dibuat berdasarkan
sinematografi dengan direkam pada pita seluloid, pita video , atau bahan hasil
penemuan teknologi laginnya dalam segala bentuk dan ukuran. Film pendek
termasuk sebuah karya animasi yang memiliki durasi tayang tidak lebih dari 60
menit.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Statistika
adalah ilmu yang mempelajari cara-cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan
analisis data serta serta penarikan kesimpulan berdasarkan sifat-sifat data.
Dalam statistika dikenal dengan adanya populasi dan sampel. Populasi adalah
keseluruhan objek yang akan diteliti, sedangkan sampel adalah sebagian dari
objek yang akan diteliti dan diharapkan memberikan gambaran tentang sifat dari
keseluruhan objek/populasi.
Dalam jurnal ini akan dijelaskan tentang data yang
disajikan dengan distribusi frekuensi, ukuran pemusatan data dan letak data.
Distribusi frekuensi adalah suatu susunan data dimulai
dari data terkecil sampai data terbesar dan membaginya ke dalam beberapa kelas,
dalam data nilai ini, data akan diubah kedalam tabel ditribusi frekuensi dan
juga akan dihitung pusat data serta letak data.
Pemusatan Data
a)
Rata-rata hitung (mean)
b)
Rata-rata harmonis (harmonic mean)
c)
Rata-rata ukur (geometric mean)
d) Median
e)
Modus
Rumus untuk menentukan nilai ukuran pemusatan
data tunggal :
a)
Rata-rata hitung
X = total x / n
Rata-rata/Rataan/Mean Data Kelompok
fi= frekuensi untuk nilai xi yang bersesuaian
xi = rata-rata kelas
b)
Rata-rata harmonis
H = n / total setengah x
c)
Rata-rata ukur
GM = akar x1, x2, x3,...., xi
d) Median
Me = jumlah dua data ditengah / 2
Median Data Kelompok
Me = nilai median
n = banyaknya data
Fk = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang memuat median
f0 = frekuensi kelas yang memuat median
c = panjang intreval kelas
e)
Modus merupakan data yang sering muncul.
Modus Untuk data Kelompok

keterangan
Mo = modus
c = panjang kelas (interval kelas)
Lo = batas bawah dari kelas modus,
fo = frekuensi kelas modus,
f1 = frekuensi dari kelas sebelum kelas modus,
f2 = frekuensi dari kelas setelah kelas modus
2. Ukuran Letak Data
Median, kuartil dan desil
Median, kuartil dan desil
Median adalah nilai tengah setelah data diurutkan.
Quartil ada 3 yaitu : Q1 (kartil bawah),
2 ( Median ) , Q3 ( kuartil atas)
Dapat diperoleh dengan rumus :
Qi = Li + i / 4 n - ( ∑ f )i .
p
Fi
Ket : Li = tepi bawah
yang memuat kuartil bawah Qi
(∑f ) = jumlah frekuensi sebelumquartil bawah Qi
fi = frekuensi kelas
yang memuat kuarti bawah Qi
i = 1,2,3
BAB III
KERANGKA KERJA
KONSEPTUAL
1.
Pengumpulan Data
Pengumpulan
data dilaksanakan dalam satu waktu pada tanggal 30 Maret 2014 di sebuah website
luar negeri. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan cara observasi.
2.
Merekap Data
Setelah data mobil tersebut terkumpul,
kemudian data tersebut direkap.
3.
Pembuatan Tabel Distribusi Frekuensi
4.
Penghitungan durasi film pendek
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Menyajikan data dalam tabel Distribusi Frekuensi
Diketahui data 50 durasi film pendek
sebagai berikut :
Tabel
4.1:Durasi Film Pendek
354
|
1922
|
651
|
235
|
76
|
600
|
238
|
337
|
333
|
1386
|
767
|
420
|
832
|
1399
|
838
|
614
|
901
|
900
|
670
|
384
|
607
|
332
|
418
|
249
|
139
|
1119
|
879
|
50
|
166
|
335
|
2066
|
409
|
1185
|
1501
|
180
|
374
|
1244
|
322
|
667
|
759
|
338
|
279
|
672
|
354
|
432
|
270
|
325
|
556
|
275
|
68
|
Data
tersebut diperoleh dari hasil searching menggunakan search engine google,
kemudian setiap ukuran ditulis dalam kertas, dengan memproleh sebanyak 50 data,
pada tabel diatas nilai minimum 50, nilai maksimum 2066, yang paling sering
muncul adalah
- Nilai minimal = 50
- Nilai maksimal = 2066
- Range = 2066-50=2016
- Kelas : 2k ≥ 50, k=6, 7, dst. dipilih k=6
- Interval = 2016 / 6= 336
Tabel
1. Distribusi Frekuensi
Tepi Bawah
|
Tepi Atas
|
Turus
|
Frekuensi
|
50
|
50
|
IIIII IIIII IIIII IIIII III
|
23
|
386
|
386
|
IIIII IIIII II
|
12
|
722
|
722
|
IIIII II
|
7
|
1058
|
1058
|
IIII
|
4
|
1394
|
1394
|
II
|
2
|
1730
|
1730
|
II
|
2
|
Tabel
2. Distribusi Frekuensi Relatif
Tepi Bawah
|
Tepi Atas
|
Frekuensi
|
Frekuensi
Relatif
|
50
|
386
|
23
|
46%
|
386
|
722
|
12
|
24%
|
722
|
1058
|
7
|
14%
|
1058
|
1394
|
4
|
8%
|
1394
|
1730
|
2
|
4%
|
1730
|
2066
|
2
|
4%
|
Frekuensi relatif = (frekuensi/jumlah
data(n))x100%
Tabel
3. Distribusi Kumulatif Kurang Dari
Kurang dari
|
Frekuensi
kumulatif
|
≤49
|
0
|
≤385
|
23
|
≤721
|
35
|
≤1057
|
42
|
≤1393
|
46
|
≤1729
|
48
|
50
|
Tabel
4. Distribusi Kumulatif Lebih Dari
Lebih
Dari
|
Frekuensi
Komulatif
|
≥49
|
50
|
≥385
|
27
|
≥721
|
15
|
≥1057
|
8
|
≥1393
|
4
|
≥1729
|
2
|
≥49
|
50
|
Tabel
5. Frekuensi
Tepi Bawah
|
Tepi
Atas
|
Batas
Bawah
|
Batas
Atas
|
Frekuensi
|
50
|
386
|
50,5
|
385,5
|
23
|
386
|
722
|
386,5
|
721,5
|
12
|
722
|
1058
|
722,5
|
1057,5
|
7
|
1058
|
1394
|
1058,5
|
1393,5
|
4
|
1394
|
1730
|
1394,5
|
1729,5
|
2
|
1730
|
2066
|
1730,5
|
2065,5
|
2
|
Gambar 1. Grafik Histogram Frekuensi
Tabel
6. Nilai Tengah
Nilai tengah = (tepi bawah + tepi
atas)/2
Tepi Bawah
|
Tepi Atas
|
Nilai Tengah
|
Frekuensi
|
411,25
|
0
|
||
50,5
|
386
|
411,25
|
23
|
386,5
|
722
|
915,25
|
12
|
722,5
|
1058
|
1419,25
|
7
|
1058,5
|
1394
|
1923,25
|
4
|
1394,5
|
1730
|
2427,25
|
2
|
1730,5
|
1066
|
1931,25
|
2
|
1931,25
|
Gambar 2.
Grafik Poligon Frekuensi
Tabel 7. Ogif Kurang dari
Kurang dari
|
Frekuensi kumulatif
|
≤49
|
0
|
≤385
|
23
|
≤721
|
35
|
≤1057
|
42
|
≤1393
|
46
|
≤1729
|
48
|
|
Gambar 4. Grafik Ogif Lebih dari
Tabel 8. Ogif Lebih dari
Lebih
Dari
|
Frekuensi
Komulatif
|
≥49
|
50
|
≥385
|
27
|
≥721
|
15
|
≥1057
|
8
|
≥1393
|
4
|
≥1729
|
2
|
50
|
|
KESIMPULAN
Berdasarkan kajian, tinjauan teori yang dimiliki,
serta dari hasil analisis dan pengembangan terhadap data kecepatan mobil yang
diolah dengan distribusi frekuensi, maka dibuktikan bahwa penyajian data akan
lebih mudah dan keakuratannya menjadi lebih baik. Namun jika ada satu kesalahan
saja dalam penghitungan data, maka proses penghitungan selanjutnya akan lebih
susah untuk diperbaiki. Jadi kita harus hati-hati dalam menghitung data
kecepatan diatas dengan teliti.
.
UCAPAN TERIMAKASIH
Penullis mengucapkan terimakasih kepada kedua orang
tua tercinta dan Saudara saya yang sudah memberikan dorongan, motivasi dan tak
pernah henti hentinya memberikan Doa
untuk penulis , terutama Kakak yang sudah banyak memberikan motivasi,dukungan
moril, materil yang tak pernah henti selama penyusunan tugas ini, serta terima
kasih kepada bapak eri satria yang telah memberikan waktu lagi untuk
mengumpulkan tugas.
DAFTAR PUSTAKA
sucirizkina.wordpress.com/2012/06/30/statistik/
http://belajaryuk89.blogspot.com/2011/08/data-dan-pengolahannya.html






Tidak ada komentar:
Posting Komentar